Konser musik metal Solo Beat Down, Minggu (2/11), di Lapangan Bola Tenis, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, puaskan dahaga para pencinta musik metal di Kota Solo.
Dalam pergelaran itu digeber penampilan dari 14 grup band yang mengusung musik beraliran metal. Grup band yang berasal dari Solo, Yogyakarta, Semarang, Kediri dan Bandung itu menjamu ratusan penonton yang memadati lapangan tersebut. Aliran musik cadas seperti hardcore, death metal, punk rock dan black metal menghentak penonton.
Sederet grup musik metal seperti Nothing Special, Pancing With Flames, Civilleast, Lelembut, Forgotters, Down For Life, Spirit Of Life dan Kill Harmonic untuk kebolehan sejak pukul 15.00 WIB.
Hentakan drum dan lengkingan gitar seolah menjadi magnet bagi para penonton. Semangat mereka seperti tidak pernah surut meski terus saja berjingkrak. Terkadang mereka berteriak ikut melantunkan lagu. Rintik hujan pun seolah tidak dirasakan, mereka begitu terhanyut akan irama pesta musik itu.
Tak jarang pula para anak-anak metal itu memanggul salah satu di antara mereka dan melemparkannya ke arah kerumunan penonton yang lain. Orang yang dilempar itu kemudian di tangkap oleh penonton yang berkerumun sehingga tidak jatuh.
Tatkala grup musik asal Solo, Down For Life tampil, penonton pun semakin merangsek ke arah panggung. ”Ayo kita loncat bareng-bareng,” teriak, Stephanus Adji, vokalis grup itu.
Ajakan yang dibarengi dengan hentakan drum itu disambut histeria penonton. Meski grup yang digawangi Adji (vokal), Imam Santoso (gitar), Sigit Pratama (gitar), Ahmad Jojo Ashar (bass) dan Wahyu Uziel Jayadi (drum) tampil saat malam kian larut namun antusiasme penonton tetap tinggi.
Mereka menyambut lagu demi lagu yang dibawakan grup itu, seperti Pembusukan Moralitas, Pasukan Babi Neraka, Pasoepati, Menuju Matahari dan Tertikam dari Belakang.
Salah satu penonton, Handoko, 16, mengaku sangat mengidolakan musik metal.
”Aku seneng banget, musiknya memang keras namun dengan begitu semua emosi dapat keluar, jadi dapat juga mengurangi stres,” ujarnya. Ia yang datang sekitar pukul 16.00 WIB itu mengaku datang bersama kedua temannya.
Sementara Ketua Panitia Solo Beat Down, Anton Bacil mengutarakan acara tersebut dihelat oleh Indigo Kolektif bekerja sama dengan Komunitas KID. Ia menambahkan acara tersebut dilaksanakan untuk mensosialisasikan aliran musik dan band metal di Solo. ”Sebenarnya Solo ini memiliki banyak sekali band metal, terbukti sebagian besar acara ini diisi oleh band asal Solo. Lebih menariknya semua lagu yang dibawakan merupakan hasil kreasi mereka sendiri,” ujarnya.
Ke depan ia berencana untuk menggelar acara serupa secara rutin setiap bulannya. ”Pada acara selanjutnya mungkin kami akan lebih fokus pada satu aliran musik metal, misalnya hardcore saja, kalau saat ini kan masih global metal,” imbuhnya.
dikutip dari solopos
Selengkapnya...